注册 登录  
 加关注
   显示下一条  |  关闭
温馨提示!由于新浪微博认证机制调整,您的新浪微博帐号绑定已过期,请重新绑定!立即重新绑定新浪微博》  |  关闭

leebapa的博客

李明旭的诗:四十年来梦亦痴,风情千里胜于诗。逢君欲说当年事,已是青丝化雪时。

 
 
 

日志

 
 

Sejarah Suku Minangkabau | Suku Dunia  

2017-03-03 07:57:14|  分类: 马来语文荟萃 |  标签: |举报 |字号 订阅

  下载LOFTER 我的照片书  |

Sejarah Suku Minangkabau | Suku Dunia

Suku Dunia ~ Suku bangsa Minangkabau mendiami daratan tengah pulau Sumatera bagian barat yang sekarang menjadi Provinsi Sumatera Barat. Daerah asal orang Minangkabau adalah tiga kesatuan wilayah adat yang mereka sebut luhak nan tigo (wilayah yang tiga). Pertama adalah Luhak Agam yang sekarang menjadi Kabupaten Agam, Luhak Limapuluh Koto, sekarang menjadi Kabupaten Limapuluh Kota, dan Luhak Tanah Datar yang sekarang menjadi Kabupaten Tanah Datar. Dari ketiga Luhak tersebutlah kebudayaan Minangkabau tersebar pengaruhnya ke daerah sekitarnya.
sejarah-suku-minangkabau
Asal Usul Kata Minangkabau
Asal usul nama Minangkabau cukup beragam, tapi umumnya beranggapan nama itu timbul setelah mereka menang adu kerbau dengan pendatang yang lebih kuat. Kata Minangkabau bisa berasal dari manang kabau (menang kerbau), bisa pula dari kata minang kabau (sejenis senjata tajam yang dipasang pada kepala kerbau). Ada pula yang membantah bahwa asal nama itu bukan dari adu kerbau, tapi sudah ada sejak dulu. Yang jelas bangunan rumah adat Minangkabau memang mencirikan tanduk kerbau dan hewan ini banyak dipelihara untuk membajak di sawah dan untuk kurban upacara adat. Akan tetapi suku bangsa ini lebih suka menyebut daerah mereka Ranah Minang (tanah Minang) bukan Ranah Kabau (Tanah kerbau). Sementara itu dalam pergaulan antar suku bangsa orang Minangkabau dengan sesamanya menyebut diri Urang Awak (Orang kita).
Bahasa Minangkabau
Bahasa Minangkabau termasuk ke dalam rumpun bahasa Melayu Austronesia dengan aturan tata bahasa yang amat dekat dengan bahasa Indonesia, karena itu dekat pula dengan bahasa Melayu Lama yang mendasari bahasa Indonesia. Kata-kata Indonesia dalam bahasa Minangkabau hanya mengalami sedikit perubahan bunyi, seperti tiga menjadi tigo, lurus menjadi luruih, bulat menjadi bulek, empat menjadi ampek dan sebagainya.
Mata Pencaharian Orang Minangkabau
Mata pencaharian utama orang Minangkabau adalah bertanam padi di sawah berteras-teras dengan sistem irigasi tradisional atau dengan sistem tadah hujan. Sebagian ada pula yang bertanam padi di ladang. Tanaman pertanian lain adalah sayur-sayuran, kopi, cengkeh, kulit manis, kelapa, buah-buahan dan sebagainya. Sebagian bekerja menangkap ikan di sungai dan laut atau beternak bermacam-macam hewan. Pada masa sekarang Orang Minangkabau banyak yang menjadi pedagang, pegawai dan ahli berbagai bidang. Jumlah populasinya sulit dihitung, karena banyak tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Tapi paling tidak ada sekitar 6 juta jiwa.
Masyarakat Suku Minangkabau
Kelompok kekerabatan paling kecil dalam masyarakat Minangkabau disebut saparinduan (satu ibu), tapi dulu tidak jelas batasnya. Pertama karena menganut faham matrilineal dalam berkeluarga, dimana peranan ayah dalam rumah tangganya amat kecil, sebaliknya disini saudara laki-laki istrinyalah yang lebih banyak berperan. Suami dalam lingkungan rumah istrinya disebut sumando, dalam lingkungan rumah ibunya ia disebut tungganai, yaitu orang yang bertanggung jawab untuk saudara perempuan dan kemenakannya. Kedua karena keluarga intinya bergabung dengan keluarga senior pihak istrinya, bersama-sama tinggal di rumah gadang (rumah komunal). Dalam masyarakat Minangkabau dulu keluarga luas lebih populer.
Dalam sistem perkawinan orang Minang yang bersifat eksogami suku pihak pemberi lelaki (sumando) bagi seorang anak disebut bako, sedangkan pihak penerima lelaki (karena orang Minang menganut adat menetap sesudah kawin yang matrilokal) disebut anak pisang. Ikatan kekerabatan secara adat antara pihak bako dan anak pisang ini disebut pasumandan. Walaupun gelar-gelar adat kepenghuluan diwariskan dari mamak (saudara lelaki ibu) kepada kemanakan (ego lelaki) akan tetapi ada juga gelar yang diberikan oleh pihak bako (pihak ayah), terutama gelar-gelar untuk seorang lelaki yang bukan penghulu atau datuk, yaitu gelar sutan. Memang sudah menjadi adat bagi orang Minang untuk mengganti nama kecil seorang pemuda dengan sebuah gelar dari pihak bako ketika ia dewasa atau sudah menikah. Gelar sutan ini menunjukkan bahwa seorang pemuda telah diterima satu tahap di lingkungan pergaulan adat masyarakat nagarinya. Biasanya gelar sutan itu dilengkapi pula, misalnya menjadi Sutan Pamenan, Sutan Tanbijo, Sutam Alamsyah dan sebagainya.
Baca juga
Sejarah Suku Batak
Keluarga luas orang Minang yang terbatas berdasarkan keturunan perempuan itu disebut paruik atau saparuik (satu perut), sering juga disebut kaum gabungan dari beberapa paruik yang merasa berasal dari cikal bakal yang sama disebut suku, karena itu ada larangan untuk mencari pasangan kawin di dalam suku yang sama. Prinsip keturunan seperti di atas bukan berarti menyebabkan peranan laki-laki menjadi kecil, sebaliknya ia berarti oleh peran sebagai tungganai di rumah ibunya, dan sebagai sumando di rumah istrinya. Untuk itu laki-laki Minangkabau diberi kekuasaan memelihara dan mengatur harta pusaka dan berhak mewarisi gelar keturunan dari mamak. Laki-laki yang terpilih sebagai penghulu (kepala kaum/suku) berhal memakai gelar Datuk.
Istilah suku pada masyarakat ini tidak sama dengan suku bangsa. Suku lebih setara dengan marga pada orang Batak, hanya bedanya suku ditarik menurut garis keturunan matrilineal. Ada empat buah suku yang dianggap mula-mula ada, yaitu Bodi, Caniago, Koto, dan Piliang. Kemudian berkembang menjadi suku-suku baru seperti Malayu, Jambak, Kotoanyia, Payobada, Kurai, Bendang, Sikumbang, Mandailing dan lain-lain.
Kesatuan hidup setempat di lingkungan Ranah Minang ini adalah nagari. Pada zaman dulu setiap nagari mempunyai kekuasaan otonomi sendiri-sendiri, yang mengatur adalah musyawarah para penghulu suku. Secara demokratis mereka akan memilih seorang kapalo nagari (kepala desa), pada zaman Belanda diubah namanya menjadi wali nagari. Setiap nagari terdiri atas beberapa buah kampuang (kampung) yang biasanya dihuni oleh satu suku tertentu.
Baca juga
Sejarah Suku Anak Dalam
Perbedaan kelas sosial yang tajam dalam masyarakat ini boleh dikatakan tidak ada. Hanya nampak sedikit pada tingkat kepemimpinan, karena selain penghulu kaum, di atasnya ada penghulu suku. Lalu di tingkat nagari ada penghulu andiko (penghulu utama). Keputusan-keputusan adat biasanya dibuat oleh para penghulu ini, tapi biasanya mereka harus mendapat dukungan dari tungku tigo sajarangan (tungku tiga sejerangan), yaitu kelompok penasehat yang terdiri atas ninik mamak (orang tua-tua bijaksana), cadiak pandai (orang pintar) dan alim ulama. Pada masa sekarang sistem kepemimpinan adat seperti itu sudah didesak oleh sistem pemerintahan nasional.
Kesenian Orang Minangkabau
Kesenian Minangkabau amat banyak mengambil gagasan dari lingkungan alamnya. Mereka mengembangkan motif-motif ukiran di rumah gadang dari bentuk tumbuh-tumbuhan. Motif binatang dan manusia hampir tidak ada atau tidak ditemukan lagi, mungkin karena terpengaruh kebudayaan Islam. Seni tarinya juga mengambil gagasan dari dinamika alam sekitar yang juga mempengaruhi seni bela dirinya (silat). Seni tari dan silat ini banyak mengandung unsur magis dan gerakan akrobatik. Mereka mengembangkan suatu teater rakyat yang disebut randai dan tarian yang mempertontonkan kekebalan (dabus). Seni musiknya cukup beragam, seperti dendang, dikia (zikir), indang, salawat, berzanji dan ratok. Alat musik tradisionalnya juga banyak diambil dari alam, seperti saluang (bambu tiup), bansi (seruling bambu), pupuik (seruling dari batang padi dan daun enau), rebana, gendang, adok, doal dan sebagainya.
Agama Dan Kepercayaan Orang Minangkabau
Pada masa sekarang boleh dikatakan seluruh orang Minangkabau telah memeluk agama Islam, akan tetapi sisa-sisa kepercayaan lama yang animistis dan dinamistis masih bisa ditemui dibeberapa tempat. Sebagian masih percaya kepada tempat atau benda-benda tertentu sebagai keramat (dihuni oleh roh tertentu), percaya kepada adanya hantu, kuntianak, sijundai, orang bunian (orang halus) dan lain-lain.
Referensi : Junus 1980, Loeb 1972, Yosselin de Jong 1973
http://suku-dunia.blogspot.sg/2014/12/sejarah-suku-minangkabau.html

--------------------------------------------------------

Suku Dunia  Berisi Tentang Informasi Sejarah Perkembangan Suku Di Dunia

Suku Minangkabau, Sumatera Barat - Wacana Nusantara

Suku di Minangkabau - Minangkabau

----------------------------------------------

马来文-华文字典 - 2个结果
?Simpulan Bahasa & Peribahasa - 6个结果

1. adu lengan
比力气 =Beradu kekuatan. =Wira dan Jaka beradu lengan di hadapan gadis itu.
2. adu buku
打架 =Berkelahi =Samad beradu buku dengan Wahid.
3. adu domba
挑拔离间,煽风点火(搬弄是非以致发生争吵) =Melaga-lagakan seseorang atau kumpulan dengan seseorang atau kumpulan yang lain. =Pendatang baru di kampung itu suka mengadu domba pemuda di kampung ini dengan…
4. adu kening
面对面 =Berhadap-hadapan muka. =Walaupun kami duduk beradu kening di majlis itu tetapi kami tidak dapat berbual-bual.
5. adu nasib
碰运气 =Mencari rezeki. =Kamal datang dari seberang dan cuba mengadu nasib di negara ini kerana di sini banyak peluang pekerjaan.
6. adu untung
寻找入息 =Mencari rezeki. =Ali datang dari seberang dan cuba mengadu untung di negara ini kerana di sini banyak peluang pekerjaan.
http://www.ekamus.info/index.php?a=srch&id_srch=6303babbb797c9ee3e17e79d8abf339d&il=en&p=1&visualtheme=gw_bedroom
---------------------------------------------------------
 kita bekerja untuk mencari rezeki.
例句 : 我们工作就是为了寻找生计。
n. means of living, livelihood, earnings, income, food, sustenance, luck, fortune
rezeki翻译 - 词典
http://zh.dictionarist.com/rezeki 
rezeki英语翻译
什么是rezeki murah_rezeki murah翻译 - 词典
—— easy money
-------------------------------------------------
“suku minangkabau”的图片搜索结果
===========================
  评论这张
 
阅读(18)| 评论(0)
推荐 转载

历史上的今天

在LOFTER的更多文章

评论

<#--最新日志,群博日志--> <#--推荐日志--> <#--引用记录--> <#--博主推荐--> <#--随机阅读--> <#--首页推荐--> <#--历史上的今天--> <#--被推荐日志--> <#--上一篇,下一篇--> <#-- 热度 --> <#-- 网易新闻广告 --> <#--右边模块结构--> <#--评论模块结构--> <#--引用模块结构--> <#--博主发起的投票-->
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

页脚

网易公司版权所有 ©1997-2017